Showing posts with label Mual. Show all posts
Showing posts with label Mual. Show all posts

Mual dan Masih Mual

Sedang bersiap berangkat kantor, mual kembali mendera, dua kali. Sebelum mandi aku atasi mual dengan minum susu hangat. Udah mau berangkat, kok malah semakin menjadi, ditambahin pusing dan lemas pula. Suami yang ganteng minta dia nganterin...tapi kok jadi kemanjaan nantinya... jadi aku kuatin untuk berangkat sendiri, pelan tapi pasti.

Riding motor cycle, berat tapi aku gak boleh manjain kehamilanku yang ke dua ini. Aku mau seperti ketika hamil Faiz, bertempur melawan macet dan kendaran yang sliwar sliwer. Jadi meskipun mualnya pake banget, aku berusaha naik motor sendiri, kecuali sudah kesusahan.

Sebetulnya gampang sich melawan mual ketika hamil, ngingat hamil pertama dulu sepertinya akan terbantu, sepertinya siich...karena tiap kehamilan itu berbeda-beda. Aiiiich Faizku yang dulu sangat membantuku selama di dalam perutku, menjadi pribadi yang mandiri, enggak rengekan, enggak manja, gampang makannya kecuali mang lagi kurang fit badannya. And now, masa siiich berbanding terbalik?

Seharian kemarin, hari Minggu aku mengkontrak satu pojokan di ruang televisi. Aku tiduran dan makanpun aku di situ, minta disediakan dan dibereskan bekas makanku, siapa lagai kalau bukan oleh suamiku. Pagi aku minta bubur kacang hijau, beli di pasar. Pulang dari pasar yang ada hanya sari kacang hijau saja, tapi Alhamdulillah aku minum saja.

Sedikit- sedikit aku makan nasi dan tempe orek, tersisa uhuuuuk suamiku rada jengkel. Siang aku dan Faiz sendirian, dua kali dalam tayangan menyajikan pizza, kepingin...tapi gak pake garuk-garuk pintu karena enggak bisa keluar atawa pesen *gak ada doku banyak di rumah.

Pindah kepinginan, pingin mie goreng...hujan gede, Faiz aku coba tinggal di rumah sendirian, aku ke warung depan...eiiits, tutup pula dan Faiz malah celingukan di pintu gerbang. Pupus pingin pizza ma mie goreng. Ngerajuk ma suamiku, bakalan keterlaluan *pun ini bukan ngidam kok, pikirku *cuma kepingin saja, ada syukur enggak juga gak nendangin ember.

Akhirnya ide datang, buat martabak mie yuk...Faiz seneng sekali, pake lonjak-lonjak kepingin bantuin ummi. Alhamdulillah, Faiz aku minta makan sendiri mau, aku nyerah dalam suapan ke tiga *mual dan tidak bisa lagi masuk nasi dan martabak mienya. Kata Faiz, dipaksa saja mi... Hua...nangis sesenggukan.

Sorenya, sebelum hujan kembali menderas, ketika suamiku sudah pulang aku keluar bareng Faiz beli mie goreng di warung depan. Pyuuuh...rasanya dah laper sekali, Faiz minta didahulukan, jawabanku "ummi dulu...." tapi karena enggak tega, akhirnya aku buatin sembari aku makan. 

Sebelum bobo, aku bakar roti tawar dan minum air putih, lalu minum vitamin asam folat. Alhamdulillah, bnagunnya ituh gak mual, tapi kok mau berangkat kantor mualnya pake banget ya? mana cuaca mendung dan mendukung untuk narik selimut? 

astin 6w

Mual dan Muntah Selama Kehamilan

Hiii, apa kabar? selamat ya untuk kehamilannya....pun semoga lancar dengan promilnya. Bagaimana keadaannya saat hamil muda? adakah mual atau muntah? biasa dikenal dengan morning sick, padahal bisa saja mual kapanpun ya?

Kehamilan pertamaku di usiaku yang ke 27 biasa saja, tak ada mual yang berlebihan dan pernah muntah karena terlalu kenyang ataupun mengkonsumsi makanan yang sangat tinggi seratnya. Bangun pagi yang aku rasakan hanya pusing dan harus mengkonsumsi biskuit terlebih dahulu. 

Menurutku saat ini, mual dan muntah selama kehamilan wajar terjadi pada ibu hamil dan tiap-tiap wanita berbeda tingkat mualnya. Kehamilan pertamaku, bisa dibilang hamil kebo *kata orang, karena tidak menunjukan rasa mual dan muntah serta tetap beraktivitas di dapur.

Dulu aku bandel sekali, naik sepeda motor menyusuri jalanan ibukota bagian selatan, berbelok di setiap rumah sakit untuk bekerja memasarkan produk farmasi perusahaan. Pyuh tetap melakoni pekerjaan domestik, nyapu, ngepel, masak, nyetrika dan beberes rumah. Alhamdulillah di stop sama suami kalau ketahuan saja, hhiii...kata orang tua, hamil itu jangan dibawa malas, dibiasain saja seperti orang tidak hamil. tapi jangan terlalu lelah.

Iyah, jadi nafsu makanku pun ikut bagus, tidak pilih-pilih menu, tidak ini tidak itu, tidak ada dalam kehamilan pertamaku. Iyeees, setiap wanita hamil itu berbeda-beda *kini, merasakannyakah aku?. 

Di lemari es, aku menyiapkan buah potong, syrup dan air dingin. Berangkat bekerja, aku membekali buah potong, biskuit dan nasi putih. Setiap ada rasa mual sedikit, aku makan camilan tersebut, jadi mual yang tadinya ingin menyerang langsung wuuuzzz, kabur. Mungkin itu adalah triknya.

Syrup dan air dingin juga menjadi senjata ketika rasa mual hendak menyerang. Katanya memang tidak boleh, tapi menurutku asal tidak berlebihan mah tidak masalah. Pun dari USG akan terlihat berat badan bayi berapa? jika terlalu besar, waktu itu aku diminta diet gula. *meratapi es cream yang waktu itu dibeli.

Oiya, buah paling digemari selama kehamilan adalah apel. Kenapa? iyaaah mengurangi mual dan enek lo, coba saja. Dan diingat ya, jangan terlalu banyak mengkonsumsi buah yang asam, karena membuat asam lambung naik, mual, muntah bisa dipicu dari asupan buah asam dan juga sambal yang pedas.

Jika mual dan muntahnya berlebihan, konsultasikan ke dokter atau bidan yang menangani kehamilan kalian. Ceritaku muntah ketika hamil dulu? mau diceritaiin?

Suatu malam, aku dan suamiku makan bakso di dekat rumah. Rasa kuah baksonya sangat segar *karena jarang-jarang makan bakso. Isi baksonya masih ada, aku nambah kuah...dua kali dan menghabiskan baksonya. Rasanya enak sekali, pulang ke rumah, sebelum kunci pintu terbuka *hm...keluar semua itu bakso, ada apakah gerangan? mungkin terlalu full aku mengisi perutku.

Satu pelajaran lagi, makanlah sedikit demi sedikit namun sering untuk mengurangi mual. Minumlah vitamin kehamilan beberapa saat setelah makan, jangan terlalu berdekatan. 

Bagaimana serba-serbi mual kalian? pasti seru ya ceritanya, apalagi trik dan tips mengatasinya, pasti berbeda-beda. 

Salam
Astin